Sahnya Haji Anak Kecil Dan Pahala Bagi Orang Yang Menghajikannya

Syarah Shahih Muslim
14/10/2021
Buya Muhammad Elvi syam Lc. MA.

كِتَابٌ : الْحَجُّ. | بَابٌ : صِحَّةُ حَجِّ الصَّبِيِّ، وَأَجْرُ مَنْ حَجَّ بِهِ.
Kitab Haji
Bab : Sah nya Haji anak kecil dan pahala bagi orang yang menghajikannya

1336 ( 409 ) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ جَمِيعًا، عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ ، قَالَ أَبُو بَكْرٍ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ ، عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ، فَقَالَ : ” مَنِ الْقَوْمُ ؟ ” قَالُوا : الْمُسْلِمُونَ، فَقَالُوا : مَنْ أَنْتَ ؟ قَالَ : ” رَسُولُ اللَّهِ “. فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا، فَقَالَتْ : أَلِهَذَا حَجٌّ ؟ قَالَ : ” نَعَمْ،وَلَكِ أَجْرٌ “.
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb dan Ibnu Abu Umar semuanya dari Ibnu Uyainah – Abu Bakr berkata- Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Ibrahim bin Uqbah dari Kuraib Maula Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas dari Nabi ﷺ bertemu dengan serombongan pengendara di Rauha`, lalu beliau bertanya, “Rombongan siapakah kalian?” mereka menjawab, “Kami rombongan kaum muslimin; dan Anda siapa?” beliau menjawab, “Aku adalah Rasulullah.” Tiba-tiba seorang wanita datang kepada beliau dengan menggendong anak kecil, kemudian ia bertanya, “Wahai Rasulullah, sudah sahkah haji anak ini?” beliau menjawab, “Sah, dan kamu juga mendapatkan pahala.”

1336 ( 410 ) حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ ، عَنْ سُفْيَانَ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُقْبَةَ ، عَنْ كُرَيْبٍ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : رَفَعَتِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا لَهَا، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلِهَذَا حَجٌّ ؟ قَالَ : ” نَعَمْ، وَلَكِ أَجْرٌ “.
Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Ala` Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Sufyan dari Muhammad bin ‘Uqbah dari Kuraib dari Ibnu Abbas ia berkata; Ada seorang wanita yang mengangkat anak kecil lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah anak kecil ini boleh menunaikan haji.” Beliau menjawab, “Ya, dan kamupun mendapatkan pahala.”

1336 ( 411 ) وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ ، عَنْ كُرَيْبٍ ، أَنَّ امْرَأَةً رَفَعَتْ صَبِيًّا، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلِهَذَا حَجٌّ ؟ قَالَ : ” نَعَمْ، وَلَكِ أَجْرٌ “.
(… ) وَحَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُقْبَةَ ، عَنْ كُرَيْبٍ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، بِمِثْلِهِ.
Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibrahim bin ‘Uqbah dari Kuraib bahwasanya; Ada seorang wanita yang sedang mengangkat anaknya dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah anak ini boleh melaksanakan haji?” Beliau menjawab, “Ya, dan kamu pun mendapatkan pahala.” Dan telah menceritakan kepada kami Ibnul Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Muhammad bin ‘Uqbah dari Kuraib dari Ibnu Abbas semisalnya.

Syarah :

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ، فَقَالَ : ” مَنِ الْقَوْمُ ؟ ” قَالُوا : الْمُسْلِمُونَ، فَقَالُوا : مَنْ أَنْتَ ؟
(Nabi ﷺ bertemu dengan serombongan pengendara di Rauha`, lalu beliau bertanya, “Rombongan siapakah kalian?” mereka menjawab, “Kami rombongan kaum muslimin; dan Anda siapa?”)
Arrakib disini adalah (sekelompok orang yang membawa onta) dan pada asalnya mereka memakai onta sebanyak sepuluh atau kurang dari itu. Dan itu telah berlalu didalam shohih muslim dibab adzan. Bahwasanya Rauha’ sebuah tempat yang berjarak 36 mil dari kota Madinah. Qodhi iyyadh berkata : bahwasanya kejadian ini terjadi pada malam hari karena mereka tidak mengenal Rasulullah ﷺ, dan bisa juga ini terjadi pada siang hari akan tetapi mereka belum pernah ketemu dengan Rasulullah ﷺ sebelum nya dan bisa jadi karena mereka tidak berhijrah bersama Rasulullah ﷺ dan mereka masuk islam di negri² nya dan mereka juga belum pernah berhijrah sebelum nya.
قَالَ : ” رَسُولُ اللَّهِ “. فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا، فَقَالَتْ : أَلِهَذَا حَجٌّ ؟ قَالَ : ” نَعَمْ.
(kemudian ia bertanya, “Wahai Rasulullah, sudah sahkah haji anak ini?” beliau menjawab, “Sah) ,
Didalam hadist ini merupakan hujjah bagi Asy-syafi, dan malik dan mayoritas ulama, bahwasanya berhaji nya anak bayi sah hukumnya dan mendapatkan pahala baginya akan tetapi hal tersebut tidak bisa menggantikan haji Islamnya/haji wajibnya. Dan ia bernilai haji yang sunnah. Dan ini merupakan hadist yang jelas. Abu hanifah berkata tidak sah nya hajinya. Dan para pengikutnya berkata : apa yang dia kerjakan tersebut merupakan sebagai latihan baginya dan hendaknya ia mengulangi nya lagi ketika sudah baligh nantinya. Akan tetapi hadist ini membatah itu semuanya. Qodhi berkata tidak ada perbedaan antara ulama didalam bolehnya berhaji bagi anak bayi. dan tidaklah yang menolaknya kecuali sekelompok orang ahli bid’ah. akan tetapi perkataan mereka ini ditolak dengan apa yang telah dilakukan Rasulullah ﷺ dan para sahabat dan mayoritas umat. Dan sesungguhnya perbedaan Abu Hanifah apakah sah haji nya..!? Dan apakah berlaku juga baginya hukum² haji dan apakah wajib baginya membayar fidyah dan dam dan semua hukum² seperti orang yang sudah baligh..?! Maka abu Hanifah menolak hal itu semuanya. Dan bahwasanya itu merupakan latihan didalam mengajarkannya sebagaimana mengajarkan anak tentang sholat. Dan mayoritas ulama berkata bahwasanya ia berlaku baginya hukum² haji. Dan mereka berkata haji nya adalah haji yang sunnah, karena Nabi ﷺ menerapkan baginya sebagai Haji, dan Al Qodhi berkata dan semuanya itu bahwasanya ia tidak dapat pahala apabila telah sampai dari kewajiban islam bagi nya kecuali sekelompok yang aneh mereka berkata ia telah mendapatkan pahala.
(وَلَكِ أَجْرٌ)
(dan kamu pun mendapatkan pahala) .
maksud nya adalah ia mendapat kan pahala karena ia telah membawanya/menggendong nya dan hendaknya ia menghindari apa² yang tidak diperbolehkan bagi orang yang berihram. Wallahu ‘alam.

Dan yang mewalikan si bayi tersebut yang mengihramkannya yang benar dalam mazhab kami(Asy-syafi) adalah yang mewalikannya didalam hartanya yaitu: orangtuanya(bapaknya) atau kakeknya atau yang di wasiatkan kepada nya atau orang yang ditunjuk oleh hakim atau hakim atau pemimpin. Dan sedangkan apabila ibu nya yang mengihramkamnya maka itu tidak sah ihram nya, kecuali bagi orang yang telah diberikan wasiat dan yang telah ditunjuk oleh hakim, dan telah dikatakan bahwa nya sah ihram nya. Apabila ia ihramkan sebelum izin walinya atau telah di ihramkan walinya akan tetapi belum.

Ditulis Oleh : Ustadz Rahmat Ridho S.Ag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *